dansekedar info aja rantau 1 muara ini merupakan buku ke 3 dari trilogi novel negeri 5 menara, pos ini dipublikasikan di resensi buku dan tag ahmad fuadi gramedia kisah pencarian tempat berkarya pencarian belahan jiwa dan pencarian di mana hidup akan bermuara novel ini adalah buku ketiga dari trilogi negeri 5 menara yang ditulis a fuadi
Ranah3 warna adalah buku ke-2 dari trilogy Negeri 5 Menara. Ditulis oleh Ahmad Fuadi yang lahir di Bayur, kampung kecil di pinggir Danau Maninjau tahun 1972. Dia menyelesaikan pendidikannya di SD Manggopoh, SD Koto Baru, SDN 1 Padang Luar, MTsN Gantiang, Padang Panjang, Pondok Modern Gontor dan lulusan kuliah Hubungan Internasional,
Strukturresensi buku, terutama resensi buku non-fiksi, mencakup unsur-unsur penting yang harus dicantumkan, yaitu: 1. Judul resensi buku. 2. Data/identitas buku. Identitas Buku. Judul Buku: Negeri 5 Menara Penulis: Ahmad Fuadi Tebal Buku: 423 halaman Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2009. Sinopsis.
Resensibuku : Negeri 5 Menara Judul : Negeri 5 Menara. Pengarang : A. Fuadi. Penerbit : Gramedia Pustaka Utama. Tahun terbit : 2010. Jumlah halaman : 424 Sebuah novel yang terinspirasi kisah nyata berjudul Negeri 5 Menara. Buku ini bercerita tentang seorang anak bernama Alif. Seorang anak dari Minang yang memiliki cita-cita menjadi seperti
5 Karya Ahmad Fuadi. Selain penulis, ia juga menyukai fotografi. Ia menerbitkan buku trilogi dengan bagian pertama terbit pada tahun 2009 dengan judul Negeri 5 Menara. Novel ini sempat menjadi trending di jajaran best seller di tahunnya. Bahkan novel ini diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama.
Bacajuga: Resensi Novel “Negeri 5 Menara”. Perjuangan meraih mimpi tercapai setelah Ikal lulus dari Universitas Indonesia dan Arai kembali dari Kalimantan, mereka berdua dipertemukan dalam sebuah wawancara penerima Beasiswa S-2 di Universitas Sorebonne, Prancis. Kelebihan Novel “Sang Pemimpi”
. 0% found this document useful 0 votes353 views7 pagesDescriptionResensi Novel Negeri 5 MenaraCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes353 views7 pagesResensi Novel Negeri 5 MenaraJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Identitas buku Judul Negeri 5 Menara Penulis Ahmad Fuadi Penerbit PT Gramedia Pusat Utama Kota Terbit Jakarta TahunTerbit 2009 Deskripsi Fisik Tebal Buku 423 Halaman ISBN 978-979-22-4861-6 Sinopsis Di dalam buku ini terdapat Alif Fikri yang berasal dari Maninjau, Bukit tinggi, adalah seorang anak desa yang sangat pintar. Ia dan teman baiknya, Randai, memiliki mimpi yang sama masuk ke SMA dan melanjutkan studi di ITB, universitas bergengsi itu. Selama ini mereka bersekolah di madrasah atau sekolah agama Islam. Mereka merasa sudah cukup menerima ajaran Islam dan ingin menikmati masa remaja mereka seperti anak-anak remaja lainnya di SMA. Alif mendapat nilai tertinggi di sekolahnya yang membuatnya merasa akan lebih terbuka kesempatan untuk Amak Ibu memperbolehkannya masuk sekolah biasa, bukan madrasah lagi. Namun Amak menghapus mimpinya masuk SMA. “Beberapa orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah agama karena tidak cukup uang untuk masuk ke SMP atau SMA. Lebih banyak lagi yang masukkan anaknya ke sekolah agama karena nilainya tidak cukup. Bagaimana kualitas para ustad dan dai tamatan madrasah kita nanti? Bagaimana nasib Islam nanti? Waang punya potensi yang tinggi. Amak berharap Waang menjadi pemimpin agama yang mampu membina umatnya,” kata Amak yang membuat harapan anaknya masuk SMA pupus. Alif sakit hati dan memutuskan untuk meninggalkan Maninjau untuk bergoro di sebuah pondok pesantren di daerah Jawa Timur setelah ia membaca surat pamannya dari Mesir. Setelah perjalanan selama 7 hari 7 malam, ia sampai di sebuah pondok bernama Pondok Madani, yang dikepalai oleh seorang motivator handal yaitu Kiyai Rais. Biarpun masuk karena terpaksa, namun Alif mulai menyukai kehidupan di pondok. Tetapi, berkat banyaknya pengalaman yang merupakan motivasi di mata Alif, ia berhasil menyelesaikan perguruannya di PM, walau tanpa seorang teman yaitu Baso harus pulang karena nenek yang merupakan satu-satunya keluarganya sakit keras. Setelah lulus dari PM, Alif merantau ke Amerika. Disaat itu, Alif memiliki tugas untuk ke London yang membuat beberapa anggota sahibul menara bertemu setelah sekian lama berpisah. Unsur Intrinsik Novel Adapun yang membangun unsur intrinsik didalam novel 5cm yaitu a Tema Tema dari novel Negeri 5 Menara Karya A. Fuadi adalah pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari latar tempat yaitu dipesantren dimana kegiatan utama yang dilakukan sehari-hari tokoh utama adalah belajar. Hal ini dapat dibuktikan melalui kutipan novel berikut Bagai sebuah konspirasi besar untuk mencuci otak, metode total immersion ini cocok dengan lingkungan yang sangat mendukung. Tidak cukup dengan itu, entah siapa yang menyuruh, banyak diantara kami yang membawa kamus. Kalau bukan kamus cetak, kami pasti membawa buku mufradhat, buku tulis biasa yang dipotong kecil sehingga lebih tipis dan gampang dibawa kemana-mana. Murid dengan buku mufradhat ditangan gampang ditemukan sedang antri mandi, antri makan, berjalan, bahkan di antara kegiatan olahraga Penokohan watak tokoh • Tokoh Pertama Alif Didalam novel ini yaitu tokoh yang protagonis. Alif di gambarkan sebagai sosok generasi muda yang penuh motivasi, bakat, semangat untuk maju dan tidak kenal menyerah. • Tokoh Kedua Baso Didalam novel ini tokoh yang protagonis adalah Baso teman Alif merupakan anak yang paling rajin dan paling bersemangat disuruh ke masjid. • Tokoh Ketiga Raja Didalam novel ini tokoh yang protagonist adalah Raja teman Alif sesame sahibul menara. • Tokoh Keempat Dulmajid Didalam novel ini tokoh yang protagonis adalah teman Alif sesama sahibul menara. • Tokoh Kelima Atang Didalam novel ini tokoh yang protagonis adalah Atang teman Alif sesama Sahibul menara. • Tokoh Keenam Ustad Salman Ustad Salman adalah seorang wali kelas Alif. Laki-laki muda bertubuh kurus bersuara lantang. • Tokoh Ketujuh H. Tyson H. Tyson salah satu kepala pengamanan di PM. Ia akan bersifat antagonis apabila mendapati siswa PM yang melanggar. • Tokoh Kedelapan I. Kyai Rais Ia selalu membakar semangat para siswa dengan Alur Alur dari Novel Negeri 5 Menara adalah alur maju-mundur. Dimana cerita adalah kilas balik ingatan tokoh utama akan masa silam ketika menimbah ilmu di Pondok Madani hingga membuahkan hasil yang menyenangkan dimasa Sudut Pandang Dalam novel ini penulis menggunakan sudut pandang orang pertama. Hal ini dikarenakan tokoh utama selalu menyebut dirinya dengan kata aku. Kutipan Novel Aku baca suratnya sekali lagi. Senang membaca surat dari kawan lama. Tapi aku juga iri. Rencana masuk SMA-nya juga rencanaku dulu. Aku menghela napas dan menatap kosong kepuncak pohon kelapa. Aku tidak boleh terlambat lagi. Aku kapok jadi jasus. Aku jera menjadi Amanat sebuah perenungan yang diberikan penulis bagi pembaca untuk tidak putus asa dalam hidup dan bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama. Kutipan Novel Jangan pernah remehkan impian walau setinggi apapun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan Keunggulan dan Kelemahan Novel Negeri 5 Menara • Kelebihan novel ini adalah mengubah pola pikir kita tentang kehidupan pondok yang hanya belajar agama saja. Karena dalam novel ini selain belajar ilmu agama, ternyata juga belajar ilmu umum seperti bahasa inggris, arab, kesenian dll. Pelajaran yang dapat dipetik adalah jangan pernah meremehkan sebuah impian setinggi apapun itu, karena Allah Maha mendengar doa dari umat-Nya. Satu lagi kelebihan novel ini. Pembaca tidak akan bosan membaca kehidupan di pondok karena penulis rupaya menggunakan alur campuran. Ia memulai cerita dengan mengambil setting Alif yang sudah bekerja lalu mulai masuk ke dalam ingatan-ingatan Alif akan kehidupannya dulu di Pondok Madani. Setelah cukup panjang menceritakan tentang pondok, ia mulai beralih lagi ke kehidupan Alif masa sekarang. • Kelemahan buku ini bagi saya, penulis kurang mampu memperlihatkan dinamika dalam cerita. Klimaks cerita kurang menonjol sehingga para pembaca merasa dinamika cerita sedikit datar. Setelah selesai membaca, pembaca merasa cerita belum selesai setuntas-tuntasnya. Hal ini mungkin disebakan karena penulis mendasarkan ceritanya pada kisah nyata dan tidak ingin Kesimpulan Setelah membaca novel Negeri 5 Menara ini, timbul rasa untuk lebih memperdalam ilmu, baik agama maupun umum. Dari sini saya menyimpulkan bahwa, apa yang kita fikirkan belum tentu akan baik di masa yang akan datang, karena Allah telah mengatur takdir kita. Semangat akan semua hal itu tumbuh dari dalam diri setiap orang sejak ia melewati masa pubertas. Motivasi bisa datang darimana saja, dan kita harus menanggapainya.
100% found this document useful 1 vote647 views6 pagesDescriptionResensi Novel Negeri 5 MenaraCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote647 views6 pagesResensi Novel Negeri 5 MenaraJump to Page You are on page 1of 6 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
100% found this document useful 2 votes363 views16 pagesDescriptionBuku novel negeri 5 menaraCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes363 views16 pagesResensi Novel 5 Menara Jump to Page You are on page 1of 16 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 14 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Ilustrasi Cover buku Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. istimewaNovel karya Ahmad Fuadi ini bercerita tentang lima orang sahabat yang mondok di pesantren, lalu saat dewasa mereka kembali ini merupakan kisah inspiratif dengan tokoh bernama Alif yang tinggal di daerah terpencil di Pulau Sumatera, tepatnya di Desa Maninajau, Minangkabau, Sumatera lulus SMP dia ingin melanjutkan sekolah ke SMA Bukittinggi, namun ibunya ingin dia melanjutkan sekolah agama saja. Ibunya ingin Alif seperti Buya Hamka, namun Alif bercita-cita seperti BJ tak ingin dirinya hanya terus di kampung. Ia sangat ingin merantau ke kota untuk menggapai cita-citanya. Banyak orang sukses di sana sehingga membuat ia termotivasi untuk merantau ke ketika ia mendapat surat dari pamannya yang sedang kuliah di Kairo. Pamannya menyarankan Alif untuk melanjutkan sekolah di Pondok Pesantren Madani di Ponorogo, Jawa Timur. Akhirnya Alif mengikuti saran pamannya dan dengan berat hati ibu dan ayahnya Cover buku Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. istimewaAlif berangakat ke Pondok Madani diantar oleh ayahnya. Dan di sinilah kisah Alif pertamanya di pondok dia terkesima dengan mantra ajaib berbahasa arab ”man jadda wa jadda,” barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan Pondok Madani Alif berkenalan dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso dari Alif dihabiskan dengan belajar, belajar, dan belajar. Mereka bukan hanya belajar Al-Quran dan kitab, tapi mereka juga belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris, kesenian, pramuka, dan ilmu pengetahuan sore menjelang azan maghrib, Alif bersama lima temannya memiliki kebiasaan unik. Mereka berkumpul di bawah menara masjid sambil memandang ke awan. Dengan membayangkan awan itulah mereka menggambarkan Alif mengakui jika awan itu bentuknya seperti benua Amerika, yaitu negara yang ingin ia kunjungi kelak setelah lulus. Begitu juga dengan yang lainnya, menggambarkan awan itu seperti negara Arab Saudi, Mesir, dan Benua melalui lika-liku di pesantren, akhirnya usai lulus mereka dipertemukan lagi di London. Mereka bernostalgia dan telah membuktikan impian dan cita-cita yang dulu dilukis saat berdiri di bawah masjid bersekolah dan bekerja di Amerika, Atang sudah delapan tahun menuntut ilmu di Kairo, Baso kuliah di Arab Saudi, ia mendapat beasiswa penuh, Raja di London, Said dan Dulmajid bekerjasama mendirikan sebuah pondok di Negeri 5 Menara menara ini juga telah diangkat menjadi sebuah film dengan judul yang sama, diproduksi oleh Kompas Gramedia Production bersama Million Pictures, dan diputar serentak di bioskop seluruh Indonsia pada tanggal 1 Maret 2012Novel ini cocok dibaca oleh semua kalangan baik dari kalangan anak kecil maupun orang dewasa. Novel ini menggambarkan sebuah persahabatan sehingga dapat dijadikan contoh yang baik bagi para ini sangat inspiratif karena dapat mendongkrak semangat anak muda untuk menggapai cita-cita dan jangan pernah takut terhadap mimpi yakinlah bahwa Allah telah memberikan kesuksesan untuk hambanya yang mau berusaha. Ingat ”man adda wajadda’’Novel ini mampu mengubah tentang pola pikir masyarakat yang konservatif terhadap pesantren. Mereka menilai bahwa di pesantren hanya mempelajari ilmu agama saja, namun faktanya juga mempelajari bahasa Arab, bahasa Inggris, kesenian dan ilmu pengetahuan beberapa kata bahasa Arab yang tidak diterjemahkan sehingga mempersulit orang awam dalam memahami ini tidak memberikan gambaran tokoh lain-lainnya secara jelas di akhir cerita perjalanan buku Negeri 5 MenaraPenerbit Utama Gramedia Pustaka UtamaCetakan Cetakan ketigapuluh April 2021Deskripsi Fisik Tebal 423 halamanPenulis Resensi Qoniatul Qismah SPd Penulis resensi buku adalah guru penggerak Kampung Ilmu
0% found this document useful 0 votes97 views7 pagesDescriptionResensi Novel Negeri 5 MenaraCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes97 views7 pagesResensi Novel Negeri 5 MenaraJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
resensi buku negeri 5 menara